Thursday, February 7, 2013

Keris berpamor Meteor

Kita sering mendengar bahwa pamor keris dibuat dari bahan meteor. Kemudian kita juga sering mendengar bahwa meteor mengandung titanium (Ti). Kita tidak pernah jelas mulai kapan meteor dipergunakan menjadi bahan pamor. Dan apakah betul meteor mengandung Ti (titanium)? Ada beberapa revisi telah dilakukan dalam sebuah forum diskusi, yang menyatakan mayoritas meteor (irons meteorite) adalah mengandung kristal Fe/Ni (besi dan nikel). Dalam sejarah perkerisan, catatan yang bisa dipertanggung jawabkan adalah ketika meteor jatuh di desa Klurak di daerah Prambanan. Meteor ini sebetulnya tidak tunggal. Ada yang seukuran <1m3 (Kanjeng Kyahi Pamor) dan disertai dengan ratusan kerikil dan bebatuan yang tersebar di sekeliling area kubangan bahkan melintas sekian kilometer dari lokasi utama. Ada diantaranya yang seukuran buah kelapa (dihadiahkan kepada keraton Hamengku Buwana). Sri Susuhunan Paku Buwana X, konon menyimpan banyak sekali meteor sertaan dari pamor Prambanan dan disimpan dalam kantong-kantong kecil untuk dihadiahkan kepada mereka yang berjasa kepada Keraton. Meteor dianggap sebagai jimat yang terbaik dibanding benda-benda yang ada di bumi. Kepercayaan itulah yang menggugah para raja untuk menjadikan meteor sebagai bahan pamor. Sesuai filosofi ”manungaling kawula Gusti”, dimana meteor berasal dari bapa akasa, disatukan dengan besi (pasir besi dari ibu Bumi). Dalam dekade jaman Paku Buwana inilah jelas sekali bahwa meteor telah digunakan sebagai bahan pamor.

Meteor Prambanan jatuh pada pertengahan abad 18 (1749), dimasa pemerintahan Sunan Paku Buwana III, pada waktu itu hanya beberapa kerikil meteor dibuat untuk keris, terutama diserahkan kepada empu Brojoguna. Pada pemerintahan Sunan Paku Buwana IV, meteor Prambanan yang disebut Kanjeng Kyahi Pamor yang sebesar 1m3 itu mulai dipergunakan pula. Namun ini juga tidaklah dijelaskan secara rinci berapa banyak diambil untuk pembuatan keris, mungkin saja Paku Buwana IV hingga selanjutnya Paku Buwana IX dan X menggunakan batu-batu meteor sertaannya, karena pada waktu itu ratusan kerikil hingga meteor sebesar jeruk yang diperkirakan serpihan meteor dari meteor utama, dikumpulkan dari desa tersebut diboyong ke keraton dalam dekade hampir sepanjang tahun, para abdi dan penduduk melakukan pencarian terus menerus di sungai-sungai bahkan hingga mendekati areal Candi Prambanan. Bahkan perdagangan kerikil meteor terus berlanjut. Kepercayaan terhadap jimat meteor juga masih ada hingga kini.

Penggunaan pamor keris dari batuan kerikil meteor asal Prambanan tampaknya cukup masuk akal. Hal ini bisa kita simpulkan jika kita meneliti pada Kanjeng Kyahi Pamor itu, tampaknya tidak banyak bekas pahatannya.

Keris yang telah dibuat dari sejak jaman purwacaritra, Mataram Hindu hingga detik ini, sangatlah sulit dilacak apakah benar bahan pamor yang menyertainya dibuat dari bahan meteor. Dibeberapa pihak, mereka yang sangat memahami tangguh Paku Buwana, bisa membedakan jenis pamor dari meteor dan yang bukan. Karena pada tangguh Paku Buwana (PB) pun tidak semua keris berpamor meteor. Tetapi justru kondisi itulah yang menghasilkan pedoman, yaitu dengan memperbandingkan setiap keris tangguh PB. Pengamat dan kolektor yang sangat memahami tangguh PB antara lain adalah Ir. Haryono Haryoguritno, KRA. Sani Gondoadiningratdan beberapa senior perkerisan seperti Ir. Brotohadi Sumadyo, Suprantodlsb, telah terbiasa menduga (bukan memastikan) mana keris yang berpamor meteor dan yang bukan. Ada beberapa kesimpulan yang perlu diperhatikan dan yang mungkin bisa dijadikan acuan adalah bahwa jika mengamati tangguh PB yang menggunakan meteor pastilah pamornya bernuansa. Ada keabu-abuan dan ada yang jernih (deling). Pamor nikel biasanya mati (tidak bernuansa) atau orang Jawa menyebutnya dengan menteleng (melotot) alias jreng.

Kenapa pamor meteor bernuansa? 
Seperti dijelaskan diatas bahwa bahan irons meteorite atau stony irons meteorite bisa digunakan menjadi bahan pamor keris, terutama karena adanya kristal Fe/Ni yang banyak, disertai unsur lain seperti adanya phospor, senyawa Ti, As, Pb sebagai isotop pengikatnya. Ketika dalam prakteknya menjadi pamor keris, unsur-unsur heterogen itu tidak hilang sama sekali sehingga alur pamor meteor akan bernuansa. Pamor ini secara visual ada warna abu-abu dan ada kehitaman serta ada pula bagian yang putih cemerlang, yang jika diamati tampak aura sinar warna-warni. Hal ini menjadi sangat jelas jika keris diminyaki dan dipandang dibawah sinar matahari. Empu Djeno Harumbrojo (alm), menyebutnya dengan kata”sulak” atau bias pelangi warna.

Namun demikian pada prakteknya, pegiat keris dan seniman keris Kamardikan yang mulai mengolah pamor dari bahan meteor, tetap harus melakukan eksperimentasi terutama pada treatment akhir setelah finishing touch bentuk keris. Karena tampaknya empu jaman dahulu pun melakukan treatment termasuk melalui cara ”quenching” atau sepuh, kamalan (merendam pada air welirang) dan bahkan mutih keris dan mewarangi dengan banyak cara seperti cara di’nyek’, untuk menimbulkan estetika dari bahan meteor yang diharapkan memberi keterpukauan pada detail pamornya, dan bukan hanya pada jenis motifnya.

KOMENTAR:
Faturraheem Ruki : Pemanfaatan iron meteorite sebagai bahan pamor secara resmi diketahui memang setelah diperoleh iron meteorite yg jatuh diaerah Prambanan pada sekitar tahun 1749 akan tetapi tentu saja senjata yg berbentuk dan dinamakan keris ini pada awal2perkembangannya telah menggunakan bahan pamor yang bukan iron meteorite semisal bahan pamor Luwuk yang juga banyak beredar dan dipergunakan oleh mpu didaerah Aceh. Keris yg menurut para ahli keris dari LN semisal DR.Isaac Groneman yang melakukan penelitian tentang Keris di Hindia Belanda (khususnya di Jawa) pada tahun 1905 dalam bukunya Der Kris Der Javaner 1910 menyatakan bahwa pada sebuah seminar yang diadakan di Amsterdam pada bulan Apri 1890 sudah dinyatakan bahwa senjata yg dinamakan Keris ini bukan berasal dari India akan tetapi dari Jawa Polynesia atau Jawa Dwipa akan tetapi memang betul ada pengaruh dari ajaran atau legenda2 Hindu yang pad saat itu telah menjadi pegangan hidup masyarakat di JawaDwipa
Keris pada dasarnya adalah sebuah produk yg dinamis, bentuknya berkembang terus, ada aspek kreatifitas sang Mpu disana, ada inovasi yang terus menerus dilakukan sesuai berkembangnya pemahaman dan fungsi keris sejalan dengan berkembangnya juga wawasan masyarakat karena hubungan dengan dunia luar semakin terbuka, berkembangnya kerajaan2 di seluruh Nusantara. Oleh karenanya penggunaan material logam dalam proses pembuatan keris baik material besi saton yg kwalitas lebih baik maupun bahan pamor yg lebih bervariasi. Iron meteorite mengandung unsur plus minus : Fe (besi) sebesar 93-95%, Ni (Nikel) 4,5-5% Ti (Titanium) 0,5 dan lain2 seperti Phospor.

S.b. Karsono : Menurut buku yang saya punya; ogam Meteorit komposisinya kebanyakan dari campuran logam yaitu yang menonjol adalah besi (Fe) dengan sejumlah variasi nikel (Ni) yang larut dalam besi. Campuran dari kedua unsur yang berbeda ini, Fe dan Ni, yang biasanya ditemukan pada besi adalah kamacit (campuran Ni rendah) dan taenit (campuran Ni tinggi). Banyak besi terdiri dari dua jenis campuran ini yang bersama-sama telah mengkristal menyebabkan pola geometris yang dinamakan bilangan Widmanstatten. Mineral berikutnya yang biasa terdapat pada logam adalah troilit, sejenis besi sulfida, yang jarang terdapat di bumi, yang biasanya menjadi tonjolan bila bercampur dengan Fe dan Ni. Menurut SG. Nielsen yang melakukan penelitian bersama M. Rehkamper dan A. Halliday melalui cosmochemists bahwa terjadinya kristal Fe-Ni tersebut karena adanya ikatan radionuclide As, Ti dan Pb. (penelitian pada jenis meteor Toluca dan Canyon Diablo).
 Klasifikasi ilmiah dari logam yang terdiri dari beberapa macam jenis merupakan hal yang rumit dan sulit karena hal ini berdasarkan dari jumlah kandungan elemen yang terlacak dan tidak kasat mata. Klasifikasi berdasarkan hal yang tampak, seperti halus, sedang atau kasar, juga digunakan pada kelompok yang dinamakan oktahedrit (dimana kamacit dan taenit ditemukan bersama-sama). Disebut klasifikasi ilmiah karena berasal dari usaha untuk menentukan logam yang berasal dari asteroida yang sama. Nyuwun dikoreksi kalau salah, pak Faturraheem

Faturraheem Ruki : Yang membuat keris menjadi blink blink itu karena ada unsur Ni atau Nikelnya karena unsur Titanium yg cuma 0,5% tdk cukup mempengaruhi terhadap pamor atau kwalitas garap besi. Oleh karenanya bahan pamor yg memiliki kandungan nikel lebih banyak atau bahkan lebih murni tentu akan memberikan efek pamor lebih baik.Walaupun sebetulnya sebuah keris yg tidak memilik pamor nikel semisal keris keleng asal besi satonnya dari kwalitas tinggi, garap tempanya matang dan menggunakan teknik lipatan yang sempurna tetap akan memberikan effek pamor yg luar biasa indah. Katanya......lho (karena saya belum punya.)

Batu Meteor Pamor:  ‎@pak S.b. Karsono, trima kasih, saya mendapat tambahan wawasan. lain dari itu, apa bapak bisa mengasih tau ciri ciri dari batu meteor?mengingat meteor yg lazim di ketahui ada 3jenis, yaitu 1.tektite meteorite, 2.chondrite.3.iron meteorite.trima kasih

Batu Meteor Pamor: ‎@pak S.b. Karsono, saya minta ijin share tulisan Bapak ini. menurut Bapak, mungkinkah diantara batu yg di sebut badar besi, sebagian di antaranya sebenarnya adalah batu meteor? salam & trima kasih

1 comment:

  1. Assalamualaikum Salam sejahtera untuk kita semua, Sengaja ingin menulis
    sedikit kesaksian untuk berbagi, barangkali ada teman-teman yang sedang
    kesulitan masalah keuangan, Awal mula saya mengamalkan Pesugihan Tanpa
    Tumbal karena usaha saya bangkrut dan saya menanggung hutang sebesar
    1M saya sters hampir bunuh diri tidak tau harus bagaimana agar bisa
    melunasi hutang saya, saya coba buka-buka internet dan saya bertemu
    dengan KYAI SOLEH PATI, awalnya saya ragu dan tidak percaya tapi selama 3 hari
    saya berpikir, saya akhirnya bergabung dan menghubungi KYAI SOLEH PATI
    kata Pak.kyai pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan
    penarikan uang gaib 4Milyar dengan tumbal hewan, Semua petunjuk saya ikuti
    dan hanya 1 hari Astagfirullahallazim, Alhamdulilah akhirnya 4M yang saya
    minta benar benar ada di tangan saya semua hutang saya lunas dan sisanya
    buat modal usaha. sekarang rumah sudah punya dan mobil pun sudah ada.
    Maka dari itu, setiap kali ada teman saya yang mengeluhkan nasibnya, saya
    sering menyarankan untuk menghubungi KYAI SOLEH PATI Di Tlp 0852-2589-0869
    agar di berikan arahan. Supaya tidak langsung datang ke jawa timur,
    saya sendiri dulu hanya berkonsultasi jarak jauh. Alhamdulillah, hasilnya sangat baik,
    jika ingin seperti saya coba hubungi KYAI SOLEH PATI pasti akan di bantu Oleh Beliau

    ReplyDelete